Ketika Dunia Tak Lagi Sama

Traumamu memang milikmu. Bukan milik orang lain. Kalau dia tidak bisa terima, ya wajar. Kalau pandangan dan hatinya belum sampai ke sana, ya wajar. Kalau dia tidak ingin mendengar pun, hal wajar ‘kan? It’s okay kalau dia bukan orang yang bisa kamu ceritakan keluh kesahmu, resah gelisahmu. Mungkin dia terganggu. Bukankah kamu cukup tahu ketidaknyamanannya?

Tidak mesti dia harus tahu persis yang kau rasa. Walaupun mungkin kau ingin setidaknya dia bisa sedikit melegakan. Mungkin dia terganggu karena sedikit egomu yang menginginkannya untuk mengerti dan memahami. Tidak perlu diteruskan. Sudah, cukup. Nanti hatimu yang semakin tergores.

Jika dia memang bukan orang yang tepat, ya sudah tidak apa. Jangan ganggu kenyamanannya. Dia juga berhak atas kenyamanan dirinya sendiri. Jangan diganggu jika ia tidak ingin menerima hal itu. Berkomunikasilah secukupnya. Selebihnya serahkan pada ahlinya dan pasrahkan pada pemilik semesta yang menguasai ceruk hati terdalam yang tidak bisa digapai oleh manusia.

Mungkin diri sendiri pun punya andil salah hingga berdampak tidak nyaman pada dirinya. Terlalu memaksa dan berharap dia paham keadaanmu yang sedang tidak baik-baik saja. Berharap dia bisa sedikit memberi ketenangan. Sudah, jangan. Cukup Allah saja. Tuhanmu saja, ya. Mungkin bukan dia. Mungkin orang lain yang Allah kirim untuk bisa menerima kisahmu. Oh, tidak. Tidak perlu berharap lebih pada makhluk-Nya. Cukupkanlah saja dengan pertolongan-Nya yang (insyaAllah) begitu dekat, ntah lewat manusia lain yang berbudi atau cukup dengan dirimu sendiri.

Iya, kecemasan dan keresahan ini milikmu. Terima dan pahami. Peluk dan beri kenyamanan pada dirimu sendiri. Nikmati prosesnya walaupun sangat berat dan gelap. Kamu boleh membaginya pada orang yang kau percaya tapi jangan limpahkan. Jangan pindahtangankan. Cobalah untuk sembuhkan. Dunia memang tak lagi sama saat kau harus hidup berdampingan dengan trauma. Sakit yang tertahan. Gelisah yang mendera. Butuh waktu untuk kau bisa menguasai dan mengendalikan emosi. Bukan waktu yang singkat dan sebentar. Tak semua orang bisa terima hal itu. Bahkan manusia terdekatmu sekalipun, belum tentu.

Pintalah bantuan manusia ‘sekadarnya’. Cukupkan pada dirimu dan Tuhanmu.

Petir Malam
8 November 2022
Yuyun WJ

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *