Ramadhan dan Setelahnya

Saat ini kita sedang berada pada bulan mulia yang datangnya hanya setahun sekali. Dimana segala amalan baik itu wajib maupun sunnah pahalanya dilipat gandakan. Dan tak terasa kita sudah pada penghujung babak final sebelum menuju pada kemenangan idhul fitri. Di sisa sepertiga terakhir ramadhan ini mudah-mudahan Allah beri kita kekuatan dan motivasi untuk meningkatkan amal sebanyak-banyaknya.

Dalam malam ramadhan kita biasanya melakukan sholat tarawih. Tawarih ini menjadi identitas tersendiri di dalam bulan ramadhan sama halnya seperti zakat fitrah ataupun tadarus Al-Qur’an. Kita biasa melakukannya secara berjamaah, ada yang melakukan 8 rakaat dengan 3 rakaat witir ataupun 20 rakaat dengan 3 rakaat witir. Namun bukan rakaat sholatnya yang ingin saya kilas.

Tarawih yang biasa kita lakukan 20 rakaat + 3 rakaat witir (menyesuaikan) mungkin terasa melelahkan. Terlebih kalau pas berbuka puasa kita makannya berlebih. Pasti, baru beberapa rakaat langsung menguap. Apakah anda termasuk salah satunya?. Saya rasa bukan, mungkin itu warga kampung sebelah.

Tarawih memang melelahkan, tetapi ini adalah proses pembiasaan kita agar terbiasa dengan sholat. Sehingga setelah melewati pembiasan sholat tarawih ini, lima waktu wajibnya sudah tidak menjadi masalah lagi pasca ramadhan.

Nah, mungkin ini adalah cara Allah mendidik umatnya agar terbiasa dengan sholat. Dan tidak berat dalam melakukannya. Sejatinya sholat tidak akan berat jika itu sudah menjadi kebutuhan.

Layaknya anda pergi bekerja siang dan malam bahkan melakukan lembur, pasti capek juga kan?. Tapi hari esoknya, apakah anda akan bolos kerja? Tentu saja tidak, anda pasti akan berangkat kerja lagi karena itu sudah menjadi kebutuhan. Sama halnya dengan sholat ketika sudah menjadi kebutuhan maka akan mudah untuk melaksanakannya.

Terlebih kalau kita ingat-ingat firman Allah ta’ala “Jadikanlah sabar dan sholat menjadi penolongmu”. Segala problem, ujian ataupun cobaan seharusnya kita hadapi dengan sabar dan sholat. Tapi bagaimana kita bisa menjadi muslim yang seperti itu jika sholat saja masih terasa berat.

Maka di sisa akhir ramadhan ini seharusnya kita bisa memaksimalkan waktu dengan beramal sebanyak-banyaknya sehingga insyaAllah mendapat pahala dan keutamaan ramadhan juga membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang positif pasca ramadhan. Khususnya masalah sholat dalam keseharian kita. Dan umumnya pada segala lini kehidupan. []

Akhmad Suhrowardi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *