Hari ini gerakan mahasiswa bukan lagi pemain utama. Ali-alih menjadi penyambung lidah rakyat. Dengan berkembangnya teknologi informasi, masyarakat dapat berserikat menolong diri mereka sendiri. Baik dengan gerakan yang bersifat charity, sampai yang berupa advokasi.
Dalam kondisi terjepit seperti ini, kebesaran gerakan mahasiswa bahkan mulai kehilangan kepercayaan dari mahasiswa sendiri. Munculnya gerakan-gerakan model komunitas yang tidak ribet, tapi punya impact yang nyata membuat pengaderan gerakan mahasiswa yang ideologis semakin tidak diminati.
Dalam kondisi seperti ini, apakah gerakan mahasiswa akan menemukan kembali jalan kontribusinya, atau justru menjadi nyaman berada dalam barisan khusus di istana? Kita tidak tahu. Mari membaca buku ini, agar gerakan mahasiswa tak takluk.



Ulasan
Belum ada ulasan.