Bagian pertama buku Merawat Nalar Salim karya Alvin Qodri Lazuardy ini bertajuk “Pemikiran Islam.” Bagian ini diawali dengan tulisan berjudul “Menimba Ilmu dari Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi tentang ‘Worldview Islam’.” Dari judul ini, penulis secara langsung membingkai karyanya dalam barisan anti teori-teori dan wacana Barat yang sekuler.
Masuknya cara pandang asing atau ide-ide Barat seperti liberalisme, sekularisme, pluralisme agama, relativisme, dan feminisme kepada generasi muda, khususnya kaum milenial termasuk mahasiswa, telah menjadi tantangan terbesar umat Islam saat ini. Ibarat seorang gadis, cara pandang asing ini sangat seksi. Tak heran jika kemudian wacana pemikiran ini mudah menyebar karena disukai kalangan muda. Apalagi paham ini didukung oleh aliran dana yang nyaris tak terbatas, yang membuat kalangan muda tergiur untuk mereguknya. Karena itulah diperlukan upaya-upaya untuk membendung merebaknya cara pandang Barat yang sekuler ini. Usaha penulis menerbitkan bukunya ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya-upaya ini.
Penulis ingin meneguhkan cara pandang hidup dengan asas-asas Islam yang bersifat komprehensif di setiap lini kehidupan. Penerapan ajaran Islam itu memang harus menyeluruh (kaffah) dalam semua sisi kehidupan. Dari ritual hingga intelektual. Dari dimensi ibadah mahdhah, politik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Celupan “Worldview Islam” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi M.Ed, M.Phil., sangat kental dalam karya alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini. Kehadiran buku-buku semacam ini, khususnya yang ditulis oleh kalangan milenial sendiri, sangat berarti demi menyelamatkan pemikiran generasi yang jumlahnya lebih dari 100 juta jiwa ini. Kaum milenial yang canggih dalam penggunaan dan penguasaan teknologi digital ini harus diimbangi dengan pemahaman worldview Islam yang benar.
Munculnya para penulis dari kalangan milenial yang mempunyai cara pandang yang benar terhadap ajaran Islam ini menjadi sebuah keniscayaan. Sebab, kehadiran mereka sangat diperlukan untuk estafet pemikiran Islam yang diusung oleh Prof. Hamid dan cendekiawan Muslim lainnya di Indonesia seperti Dr. Adian Husaini, Adnin Armas, MA dan Dr. Syamsuddin Arif, MA.
Buku ini bisa menjadi bagian dan semacam upaya meredam merebaknya wacana barat yang sekuler.
(Rusdiono Mukri, Pimpinan Redaksi Gontornews.com)





Ulasan
Belum ada ulasan.