Bukankah sudah tidak mudah melaksanakan haji di usia (relatif) muda? Bukankah haji itu sebuah perjalanan puncak yang membutuhkan kematangan? Bukankah haji lebih membutuhkan kematangan dibandingkan dengan kemudaan? Apakah tidak lebih baik kita memikirkan haji di usia yang relatif tidak muda tapi sudah lebih matang? Mengapa tidak lebih banyak mengkampanyekan pola hidup sehat dan haji dalam kondisi relatif masih bugar meski tidak muda?
Buku di tangan Anda ini merupakan sebuah catatan perjalanan haji. Bukan sekadar catatan, tetapi juga menilik perjalanan haji dari sudut pandang yang berbeda. Serangkaian perjalanan haji yang dilakukan pada usia yang tidak lagi muda, namun tetap dalam kondisi bugar dan jiwa yang matang. Selain tentang persiapan dan pengalaman selama menjalankan ibadah haji, buku ini juga menyuguhkan petualangan di luar ritual haji yang tidak kalah menarik; Trip Thaif dan Maktabah Ibnu Abbas.




Ulasan
Belum ada ulasan.