Memaknai Waktu Pagi

Suatu nikmat nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada makhluknya adalah dapat menikmati waktu pagi. Dapat bangun kembali setelah beberapa jam tidur di malam hari. Saat sebagian orang tak dapat menikmatinya karena tidak dapat bangun kembali.

Waktu pagi memiliki keberkahan bagi siapa memanfaatkannya dengan baik. Memanfaatkan untuk dzikir, berbuat kebaikan, dan mengisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Nabi Muhammad Saw juga pernah bersabda sekaligus berdoa tentang waktu pagi, “Allahumma baarik li ummatii fii bukuurihaa“.

Saking istimewanya waktu pagi, sampai dimakruhkan tidur di waktu tersebut. Tidak selayaknya bagi seorang muslim untuk menyia-nyiakan waktu tersebut. Bahkan dalam proses tarbiyah di pondok pesantren misalnya, tidak sedikit dari pengurusnya yang memberi sanksi keras kepada santrinya yang tidur di pagi hari.

Istimewanya waktu pagi juga tertuang dalam Al-Quran bahwa Allah juga bersumpah dengannya, “Washshubhi idza tanaffas“.

Pagi adalah waktu mengawali aktifitas seharian. Jika waktu pagi digunakan dengan hal-hal baik niscaya waktu kedepannya akan baik, begitu juga sebaliknya. Tapi hati manusia cenderung berubah-ubah, maka selayaknya doa ini menjadi bekal kita. Allahumma ya muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘ala diinik, wa ya musharrifal quluub, sharrif qalbii ila thaa’atik. []

16 Agustus 2021
Muhammad Rasyid Ridho

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *