Ketika mas Viki memberikan wadah (grup ini) tentu saja saya pribadi merasa senang karena ada kesempatan baik untuk bisa mengembangkan diri lebih jauh jika mampu mengerjakan challenge sesuai apa yang disampaikan di awal, menulis setiap hari. Nyatanya tidak selalu kesempatan bisa kita ambil untuk kemudian berusaha menjalankan sesuai dengan apa yang terbayangkan.
Prioritas. Barangkali menjadi salah satu alasan yang menjadikan penulis tidak segera mau menuliskan apa saja yang mampu ditulisnya hari itu.
Sebelum ada kesempatan ini bisa jadi memang menulis hanya dilakukan ketika sudah benar-benar ada ide dan terkumpulnya materi yang dianggap cukup, tidak setiap hari atau belum membiasakan diri untuk membuat artikel sesering itu. Ditambah tidak selalu ide yang muncul dinilai layak untuk dijadikan sebuah tulisan yang dengan senang hati dibagikan.
Belakangan penulis menyadari bahwa ingin menjadi apa kita adalah sejauh mana kita mau berlama-lama dengan hal yang berkaitan dengan apa yang jadi cita-cita. Seringkali kita menganggap diri tak layak untuk bisa menjadi sesuatu hanya karena sedang menemui kesulitan di awal-awal belajar, padahal untuk mengilmui bidang tertentu kita tahu kita perlu waktu.
Panji
