Barangkali ini pujian saya yang kedua setelah pujian pertama di tulisan entah kapan itu, yakni bahwa pemerintah periode saat ini begitu kuat. Pujian selanjutnya adalah mengenai kecerdikan pemerintah melalui salah satu sisi dari Undang-Undang Ciptaker.
Salah satu kemudahan bagi para pengusaha atau para calon pengusaha melalui aturan terbaru ini adalah mudahnya mendirikan badan hukum tanpa perlu bantuan akta notaris. Pemerintah “menciptakan” badan hukum baru berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dalam bentuk perorangan. Biasanya, mendirikan PT itu harus ada dua sampai lima orang. Modalnya juga minimal harus 50 atau 75 juta-an, saya agak lupa. Tetapi melalui aturan terbarunya, PT perorangan tak ada minimal modal. Modal uang sisa di rekening juga sepertinya bisa, yang dibatasi justru modal maksimalnya.
Jadi jika kalian ingin menjadi direktur perusahaan di zaman ini, wah saking gampangnya bos! Kalian tidak perlu susah payah bekerja pagi siang malam hanya untuk naik jenjang di perusahaan orang lain (Emang bisa ya?). Kalian tinggal daftar saja PT perorangan, cukup bayar 50rb saja. Ya, betul. Nama kalian sudah tercatat sebagai direktur perusahaan dan tentu saja kalian sudah punya PT.
Bahkan tak tanggung-tanggung loh, NPWP perusahaan auto keluar. Pajak perusahaan siap menanti di tahun depan. Nah, itulah yang sebenarnya saya sebut: cerdik. Mengapa cerdik? Dengan kemudahan sat set sat set tak sampai 30 menit, setiap WNI bisa membuat perusahaan. Bayangkan jika semua perusahaan itu berjalan, setiap tahun memberikan laporan keuangan, dan setiap tahun lapor SPT alias mbayar pajak, berapa banyak pajak yang masuk? Itu jika satu orang satu perusahaan. Nah, bagaimana kalau lebih dari satu? Bagaimana jika satu keluarga, masing-masing anggota keluarga punya perusahaan (PT perorangan)? Dahsyat Maseh!
Cerdik atau licin? Ya, cerdik-cerdik agak licin (pis!). Namun bagi seseorang yang akan mencoba serius dalam wirausahanya, ini adalah momentum yang cukup menarik dan menantang. Kalian akan mengelola suatu perusahaan dengan agak serius. Kalian harus membuat laporan keuangan hingga membayar pajak untuk negara. Kalian akan menjadi “pahlawan negara”.
Tentu saja, kita berharap semoga uang tersebut tidak untuk menggendutkan spesies sejenis Rafael dan kawan-kawannya. Uang itu benar-benar masuk untuk kepentingan rakyat. Itu yang kita harapkan. Semoga!
Sampai sini, apa kalian tertarik jadi direktur? Jabatan yang mentereng loh?! (Pis!) []
Viki Adi N
