Semakin meningkatnya kebutuhan mengharuskan seseorang berusaha keras untuk memenuhinya. Islam mengajarkan kepada seorang muslim untuk berusaha menjemput rezeki dalam memenuhi kebutuhannya. Islam mencela umat muslim yang meminta-minta padahal ia mempunyai kemampuan untuk bekerja. Dengan bekerja ia bisa lebih mulia, terlebih lagi jika ia bisa berbagi dengan orang lain.
Namun, dalam menjemput rezeki tidak semudah yang kita kira. Terkadang banyak tantangan yang harus dihadapi. Berjuang menaklukkan rasa malas dan rasa lelah. Namun itu harus kita hadapi dalam menjemput rezeki yang sudah Allah SWT tetapkan bagi setiap hambanya.
Perlu kita pahmi bahwa rezeki tidak hanya tentang uang, tapi kesehatan, waktu luang yang dimanfaatkan dengan baik, bahkan mampu menghirup udara dengan bebas pun adalah rezeki. Bagi seorang muslim yang beriman, yang memahami bahwa mencari rezeki akan bernilai ibadah jika ia niatkan karena Allah SWT, maka segala tantangan dalam menjemput rezeki akan dilewati dengan sabar dan ikhlas. Rasa lelah tak membuatnya mudah mengeluh. Banyak sedikitnya tidak menjadi tujuan. Yang menjadi perhatiannya adalah keberkahan rezeki tersebut. Dia tak kecewa dan putus asa saat dagangannya tak laku. Jika ia seorang karyawan maka ia akan menunaikan kewajibannya dengan baik.
Tidak sedikit orang yang mengabaikan tuntunan Islam dalam menjemput rezeki. Halal haram tak lagi menjadi patokan. Tak mempedulikan apakah diperoleh dengan cara menipu atau mengambil hak orang lain. Kemudian ia bawa pulang dan ia berikan kepada anak istrinya, Na’udzubillah. Padahal kehalalan rezeki itu adalah kunci keberkahan. []
Mega Muslimah. Krui, 21 Agistus 2021
