Oleh: Azi Wansaka/azionesaka@gmail.com
A. Masa Kecil Ir. Sutami
Bagi sebagian orang mungkin nama Ir. Sutami adalah nama yang asing. Tapi, bagi yang mendengar beberapa hasil karya beliau mungkin tak asing lagi. Beliau bernama Ir. Sutami, Menteri PU yang menjabat sejak zaman Presiden Sukarno dan Presiden Suharto.
Sutami lahir di Surakarta tepat pada tanggal 19 Oktober 1928. Beliau merupakan anak dari seorang Abdi dalem Keraton Surakarta. Sejak kecil memang Ir. Sutami sudah mendapatkan didikan dari ayahnya di lingkungan Keraton Surakarta. Sutami kecil diajari cara menabuh Gamelan, menari, hingga nilai-nilai Kejawaan.
Selain menyukai seni, Sutami juga memiliki hobi dalam pelajaran hitung-menghitung. Bahkan, sangking asyiknya dengan pelajaran aljabar beliau sampai lupa dengan hobi lama beliau dalam bidang seni.
Ketika SMA ,Sutami bersekolah di SMA Negeri 1 Surakarta dan kemudian melanjutkan kuliah di ITB hingga lulus dan meraih gelar insinyur. Selepas dari kuliah Ir. Sutami kemudian melanjutkan magang menjadi asisten dalam mata kuliah Beton Bertulang di Akademika Teknik Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga di Bandung.
B. Orang Penting Dibalik Gelora Bung Karno dan Gedung DPR
Ir. Sutami memang orang yang memegang teguh pendirian dan prinsipnya. Bahkan beliau pernah berdebat dengan Presiden Sukarno saat mengusulkan ide tentang pembangunan Jembatan Semanggi. Namun, Ir. Sutami tak bergeming dan teguh pada pendiriannya.
Dalam sebuah kesaksian, Presiden Sukarno bahkan tampak marah besar dengan usulan Ir. Sutami yang terasa asing di zamannya tersebut. Banyak yang ragu apakah teori yang beliau kemukakan bisa berhasil.
Ketika pembangunan Stadion Gelora Bung Karno pun beliau juga turut serta dalam menyumbangkan teori ultimate strength design. Teori ini kemudian beliau gunakan lagi untuk membangun Gedung DPR/MPR yang berdiri kokoh hingga hari ini.
Tak banyak mungkin yang kenal dengan sosok beliau, namun melalui tangan emas beliau lah bangunan-bangunan di Indonesia bisa berdiri hingga hari ini. Mulai dari proyek jalan, jembatan, hingga waduk-waduk di Indonesia. Ir. Sutami memiliki keyakinan bahwa seorang politikus bisa jadi berbohong, namun seorang teknisi tidak mungkin berbohong.
C. Disukai Presiden Sukarno dan Presiden Suharto
Hasil kinerja Ir. Sutami yang memuaskan membuat Presiden Sukarno amat menyukai beliau. Bahkan ketika orde lama runtuh, Presiden Suharto mengangkat kembali beliau sebagai Menteri PU (Pekerjaan Umum) Orde Baru.
Total lama waktu menjabat beliau sampai akhir adalah 12 tahun pengabdian. Dengan lamanya waktu itu mengantarkan Ir. Sutami sebagai menteri dengan jabatan terlama.
Meskipun terkenal sebagai menteri dengan jabatan terlama, namun tak membuat Ir. Sutami hidup bergelimangan harta. Bahkan bisa dikatakan hidup beliau jauh dari kata mewah. Ir. Sutami bahkan pernah didapati tidak mampu membayar tagihan listrik rumah yang beliau miliki.
Dalam kasus yang lain Ir. Sutami pernah tidak mampu membayar biaya rumah sakit dan rumah beliau yang bocor. Ketika beliau ditawari fasilitas negara beliau ogah menggunakannya dan memilih hidup sederhana dengan gaji yang beliau miliki.
Agaknya kesederhanaan inilah yang membuat Ir. Sutami disukai oleh dua presiden yang pernah mejabat. Meskipun secara orientasi negara amat berbeda, namun beliau masih tetap diamanahkan dalam proyek yang sama.
Sikap Ir. Sutami dalam memagang prinsip, hidup sederhana, professional dalam pekerjaan adalah hal yang sangat jarang ditemui hari ini. Beliau adalah segelintir tokoh bangsa yang mungkin sangat jarang ditemukan.
Mungkin nama beliau sudah jarang terdengan, namun pekerjaan-pekerjaan yang beliau berikan untuk Indonesia jauh melampaui umur beliau. Seperti mata air yang memberikan manfaat baik untuk dirinya dan orang di sekitarnya.

