Sudah satu pekanan lebih Gaza Library tidak aktif lagi. Bersamaan dengan hari Pers kemarin, saya coba menata-nata sembari masih mengejar beberapa pekerjaan seperti desain, ilustrasi, dan semacamnya. Semoga pekan depan sudah bisa memulai kembali pengerjaan project-project ebook di JPG sekalian memikirkan project buku (cetak) untuk BNB Batch 4. Saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang sabar menunggu.
Beberapa pekan juga, mungkin kawan-kawan semua tidak melihat tulisan saya beredar di beranda Facebook (bagi yang masih facebookan). Mungkin sebagian kita sudah mulai meninggalkan platform yang satu ini dan beralih ke instagram atau TikTok.
Setelah beberapa tahun, akhirnya Gaza Library punya tempat sendiri. Tepatnya mungkin hampir menuju 5 tahun. Maret besok Gaza Library sudah terhitung harlah secara publikasi online. Jika hitungannya dari kertas legal formal, mungkin bisa beberapa bulan sebelumnya. Pada akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung Gaza Library untuk terus bergerak di dunia literasi, kepenulisan, dan penerbitan meski masih jauh dari maksimal. Maklum, yang menggarap hanya beberapa orang. Tetapi semenjak dicetuskannya JPG, ini sungguh benar-benar membantu. Cikal bakalnya dulu adalah training yang diadakan bersama Fadhi (sekarang sudah jadi marketing di salah satu anak Badan Usaha Milik Negara) dan berlanjut ke BNB batch pertama yang waktu itu salah satunya dikomandoi Usman Wahab (minus bin Abdul di tengahnya).
Mungkin benar kata orang, kalau mau “usaha beneran” secara legal formal dianjurkan untuk membuat PT, yang diwajibkan memisahkan keuangan pribadi dengan perusahaan. Hal tersebut memang belum berlaku di Gaza Library, karena kami masih CV. Meski dalam profesionalitas dunia usaha memang seharusnya keuangan tetap harus dipisahkan. Sehingga saya pribadi tak akan pernah melupakan jasa para pendiri seperti Mas Rizki Aryadi, Ali Abd. Hakim, dan Aziz Anshori Rangkuti.
Jika kawan-kawan semua melihat kalau tempat Gaza sekarang jauh, ya memang begitu adanya. Berada di dekat sungai Progo, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Berada di Bantul dekat dengan Kulon Progo. Wong saya mau cari jasa pengiriman saja masih harus putar-putar tujuh keliling. Tapi untuk membaca atau menulis, saya rasa cocok. Kalian bisa menemukan suara hewan dan makhluk apa saja, kecuali buroq tentunya, di sini. Kalian bisa menikmati buku selembar demi lembar.
Menuju lima tahun, mungkin ini salah satu kado luar biasa. Saya ucapkan Alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada semua yang telah mensupport Gaza Library, kepada komunitas JPG, pelanggan setia buku-buku terbitan Gaza, dan semua pecinta buku yang sering menjajakan uangnya ke Gaza Bookstore. []
Viki Adi N
