Pernah melakukan perjalanan menyusuri hutan? Akan kita temui berbagai macam jenis pepohonan dengan ciri masing-masing yang berbeda dari ujung daun sampai batang dan mungkin akar yang terlihatnya. Tingginya pun memiliki ukurannya masing-masing. Belum lagi warna bunga dan buahnya.
Ketika melakukan perjalanan di dalam hutan, akan ada banyak hal yang bisa terekam oleh mata sepanjang memandang, desir angin pada ranting dedaunan, kicauan burung, dan pastinya kesejukan udaranya yang bersih.
Beruntung juga jika menemukan mata air yang jernih dan bisa meminumnya di tempat dan tak berbayar. Kalau bertemu hewan buas ya pikir-pikir lagi ya, bisa berbahaya juga kalo taka ada persiapan dan salah respon keadaan.
Ya, itu yang terlihat dan banyak orang rasakan jika melakukan perjalanan menyusuri hutan.
Saat seorang guru dalam kelas atau sekolah atau lingkungan belajar juga akan kita temui kesejukan-kesejukan itu, jika kita menggunakan cara pandang seperti halnya ketika di dalam hutan.
Seperti halnya pepohonan yang ada di dalam hutan, murid-murid terlahir dan tumbuh dengan potensi diri masing-masing, mempunyai sisi keunggulannya masing-masing. Mencari tahu potensi diri pada setiap murid tersebut menjadi salah satu peran penting dan utama guru, setelah mengetahuinya maka bisa membimbing dan mengarahkannya agar potensi dirinya semakin baik dan memberi manfaat kepada diri muridnya dan sekitarnya.
Jadi jangan sampai seorang guru menghakimi muridnya ada yang tidak pintar, bisa jadi karena seorang guru tersebut belum bisa menemukan cara yang tepat untuk mengetahui potensi diri pada muridnya itu yang sebenarnya.
Jangan salahkan sarana pra sarana maupun fasilitas yang terbatas, namun bisa jadi karena seorang guru belum belum memaksimalkan potensi dirinya untuk menjawab keterbatasan dengan karya-karya kebermanfaatan seperti halnya pepohonan yang menjadi perantara kesejukan kehidupan dari Tuhan. []
Richmawan Ibnu Ahmad
