Akar Permasalahan Umat Islam

Salah seorang murid Imam Malik pernah berkata bahwa “Saya dua puluh tahun telah berkhidmat bersama guru saya (Imam Malik), delapan belas tahun dihabiskan untuk mempelajari adab dan hanya dua tahun mempelajari ilmu”.

Perkataan murid Imam Malik tersebut bukanlah omong kosong yang tiada isinya dan tiada contohnya. Umar bin Khattab pun pernah berkata bahwa “pelajari adab kemudian baru pelajari ilmu”. Perkataan sahabat nabi dan Imam Malik itu dijelaskan secara rinci oleh seorang cendikiawan muslim dari Jiran yaitu Syed Naquib al-Attas.

Syed Naquib adalah cendikiawan muslim yang sudah banyak lama belajar di Barat. Belajar pada orang-orang yang mengkaji Islam (orientaslis) tapi bukan untuk menemukan kebaikan dalam agama Islam. Akan tetapi mereka mencari-cari keburukan yang ada pada agama yang sempurna ini (islam) dan mebuat-buat seolah agama ini penuh kecacatan. Lalu setelah belajar disana dan merenung, beliau mengatakan bahwa ujian terbesar umat manusia, sepanjang peradaban manusia yaitu saat ini dimana hegemoni barat berkuasa.

Akibat dari itu semua muncul apa yang dijelaskan Syed Naquib al-Attas dengan nama lose of adab (hilangnya adab). Menurut beliau umat Islam ini akan latah untuk membeo pada Barat sebab di dalam dirinya sudah tidak ada adab. Al-Attas menjelaskan bahwa salah satu faktornya antara lain adalah sudah terdekontruksinya arti adab yang sebenarnya. Sehingga adab yang menjadi penting orang-orang terdahulu dan menjadi pesan pengingat dari guru pada muridnya.

Kata al-Attas, arti adab bukan hanya sopan-santu semata karena kalau hanya diartikan seperti itu Nabi Ibrahim yang mengatakan pada bapaknya jangan menyembah berhala bisa dikatakan tidak bersopan-santu. Arti adab menurutnya adalah kita bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya (adil). Adil dalam artian luas yaitu mampu dan tahu hakikat keberadaan suatu hal.

Contoh kecilnya, seorang murid seharusnya tahu apa tugas dan kewajiban yang harus dilakukaknnya. Seorang guru dia tahu bahwa tidak hanya pelajaran yang diampunya saja yang diajarakan pada murid-muridnya tetapi juga menyelipkan ajaran akhlak di dalamnya. Lebih luas lagi, seorang muslim harus tahu bagaimana menjalani hidup, bagaiman bersikap dengan yang berbeda, bagaimana memimpin dan lain sebagainya.

Dengan menanamkan adab (adil) seperti apa yang dijelaskan di atas secara singkat. Permasalahan yang ada di dalam umat Islam ini Insya Allah akan segera teratasi. Apa yang disampaikan oleh Syed Naquib al-Attas dengan gagasan adabnya tersebut, menurut saya adalah salah satu kunci dan akar permasalahan umat Islam untuk meraih kembali kejayaan perabadannya.

Ismail

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *