Kopi Setengah Hati

Hampir tinggal seteguk lagi kopi itu harus ku minum, kopi yang kuseduh dari pagi hari untuk membuka aktivitas. Entah kenapa pikiranku tak pernah sigap sebelum menghirup aromanya, ia masih melayang di alam mimpi dengan badan yang masih setengah terkunci.

Setengah kopi, setengah air di bak mandi habis untuk mempersiapkan diri pergi bekerja lagi. Ini adalah rutinitas yang harus dilakukan setiap orang dewasa yang telah selesai masa studinya. Setengah kopi juga jadi saksi hari yang terus menerus berjalan di atas banyak permasalahan. Ia terus menyibak lembaran demi lembaran kejadian yang kita alami dengan senyuman atau kesedihan. Tapi setengah kopi ini selalu mengepul menemani tumpukan berkas dan merekam curah kata yang berkumpul d sekitarnya, setengah kopi ini diam-diam membius pemiliknya agar tetap tenang meski ia sudah kedinginan.


Kopi hampir tak pernah lepas dari meja-meja berantakan. Meja berantakan karena kerjaan atau mainan sampai meja kepemimpinan. Kopi hampir jadi setengah hati, bagi orang yang hidupnya di Sandra keributan. Ia harus kau minum sepenuhnya agar tak menyisakan rasa pahit yang mengeras dalam roda lembaga. Ia harus meminum bagian terpahitnya agar semua pekerjaan tuntas di jaga. Ia terkadang harus minum juga tanpa gula sebagai tambahannya

Selamat menikmati kopi tanpa setengah hati agar pikiranmu cerdas mencari solusi.

Rian Amani, Majalengka 8 February 2022.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *