Kenal Lebih Dekat Dengan Gadis Berhijab

Dunia menjadi tempat belajar para manusia yang bertaruh diri demi menjunjung tinggi harkat dan martabat mereka. Tak lain dan tak bukan dua insan antara laki-laki dan perempuan ditakdirkan untuk saling berpasang-pasangan sesuai apa yang dinukil dalam surah an-nisa ayat 1.

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Terbesit satu hikmah yang mendasari bahwasannya belajar agama itu penting. tidak hanya untuk diri sendiri, namun berdampak pada orang yang ada di sekitar. Satu kisah tentang anak muda yang memiliki pergaulan yang sangat bebas. Penampilan yang lusuh. Bahkan interaksi dengan lawan jenis pun tidak ada jarak. Saling bersentuhan. Merangkul seperti teman yang lama tidak jumpa. Mungkin saja itu hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang di kalangan umum.

Momentum yang tidak biasa baginya. Hadir di sebuah kajian atas ajakan seorang teman yang berasal dari lulusan pondok. Pemuda ini dengan percaya diri mengenakan kaos dan celana jeans bolong-bolong. Ia menjadi pusat perhatian bagi para jamaah yang menyimak majlis tersebut.

Salah satu hal yang mengherankan berasal dari jamaah putri yang memandang sosok pemuda ini sambil tertawa kecil. Tidak tahu adab dalam berpakaian. di lain sisi, seorang gadis berhijab duduk di belakang dengan anggunnya menundukkan kepala. Bisa dibilang ia sedang ghadul bashar atau menjaga pandangan dari hal yang bukan mahram-Nya.

Pemuda ini tetiba fokus pada gadis berhijab tersebut. Bertanya-tanya dalam benak fikirannya mengapa hanya ia yang tidak mengucilkan penampilan pemuda tersebut.

Majlis telah usai. Ia menghampiri gadis tersebut dan mengucapkan terimakasih padanya. Ia hanya membalas dengan senyuman, lalu bergegas menghampiri teman-temannya. Hari itu adalah hari pertama dan terakhir pertemuan dengannya.

Beberapa bulan kemudian. di sebuah halte bus shelter transjogja. Mereka dipertemukan kembali. Mereka tidak sengaja saling memandang satu sama lain dan hampir saja pemuda ini menyentuh gadis berhijab tersebut saat mengajukan pertanyaan. Gadis tersebut menjawab padanya sambil memalingkan pandangan.

“Kamu gausah heran dengan apa yang saya lakukan di majlis pada waktu itu. Saya belajar menghargai orang yang mau belajar agama sekecil apapun. Niatmu hadir saja di majlis sudah menjadi pahala untuk hidupmu. hiraukan saja gunjingan para jamaah yang menertawai tentang penampilanmu.”

pemuda ini mengatakan satu pesan untuk gadis berhijab tersebut sebelum berpisah.

“izinkan saya mengenal anda lebih dekat karena Allah ta’ala jika kamu berkenan membantu saya mendapatkan guru yang mengantarkan pada cinta Allah dan rasul-Nya.”

Keseimbangan hidup diciptakan pada habluminallah dan habluminannas. Semua tergantung pada diri manusia untuk merubah diri dengan niat yang ikhlas.

Fadhi QP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *