Kalian pasti tahu, soal tingkat literasi masyarakat Indonesia saat ini. Terakhir yang saya lihat minat baca masyarakat Indonesia itu berada pada posisi ke 60. Hal ini perlu menjadi evaluasi bagi masyarakat kita. Selain itu, Indonesia merupakan negara mayoritas Islam, di mana dalam Islam ayat pertama yang turun adalah ayat tentang perintah membaca. Hal ini dapat menjadi modal bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam untuk menigkatkan minat bacanya.
Sebagaimana telah disebutkan, minat baca Indonesia yang mayorutas Islam berada di posisi 60, kalah dengan negara-negara yang bukan mayoritas Islam. 10 negara dengan minta baca tertinggi diperoleh oleh negara-negara yang bukan mayoritas Islam. Tidak ada sama sekali negara-negara yang tergabung ke dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang masuk peringkat 10 besar. Hal ini menjadi pertanyaan dalam pikiran saya. Kenapa hal ini terjadi? Kenapa negara-negara mayoritas Islam tidak masuk ke dalam peringkat 10 besar negara dengan minat baca tertinggi? Apakah ini hasil konspirasi oleh musuh-musuh Islam? (canda)
Ataukah memang masyarakat Muslimnya sendiri yang ghirah membacanya tidak ada? Ya sepertinya yang kita tahu, dan telah saya sampaikan sebelumnya. Negara mayoritas Muslim itu, memiliki modal sebagai negara dengan minta baca tertinggi, yaitu dengan adanya perintah membaca.
Pernah berdiskusi dengan salah seorang kawan, katanya Indonesia risetnya anjlok, literasinya anjlok, semua yang berhubungan dengan pembangunan manusia anjlok semua. Kenapa? Manusia itu merupakan unsur terpenting dalam sebuah kelompok.
Dan lagi, ketika saya motor-motoran di jalan, kepala daerahnya terkena kasus suap. Namun, saya melihat ada spanduk -tidak tahu dibuat oleh masyarakat atau ormas, intinya dalam spanduk itu membela sang kepala daerah dengan alasan telah banyak membangun infrastruktur, seperti jalan. Dalam hati, kenapa yang dibanggakan harus itu? Kenapa tidak soal pembangunan manusia yang dibanggakan? Misalnya soal Pendidikan. Saya akui, di masa kepemimpinan kepala daerah itu sekolah tingkat menengah atas bisa diakses secara gratis yang awalnya berbayar. Nah, kenapa tidak itu yang dibanggakan?
El Islam Purnama Alam
