Melebarkan Zona Nyaman

Diragukan kemandirian dan keberaniannya. Adalah tahun yang berat ketika si bungsu yang manja harus jauh dari rumah. Berbekal nasehat, “Jika ingin berkembang, keluarlah dari zona nyaman.”

Kepayahan memang ada sejak awal perjalanan. Kali pertama keluar zona nyaman, fisik menolaknya. Tak menyerah, barangkali usaha kedua atau ketiga, diri bisa menyesuaikan. Sampai kali kesekian, nyatanya tak mampu melawan.

Dan Allah berikan petunjuk melalui seorang guru. Beliau menyampaikan, “Kalau tak mampu keluar dari zona nyaman, lebarkan zona nyamanmu.” Terdengar lebih ringan ya, “melebarkan zona nyaman.”

Sambung beliau, “Lihatlah seorang yang berilmu. Semakin banyak ilmu dan luas pengetahuan, semakin banyak kesempatan berkarya dan memperluas kebermanfaatan. Dia terus melesat dan menikmati setiap fase perkembangan diri.”

Mencerna makna atas kata. Rupanya sesederhana itu untuk berkembang. Tak perlu menyiksa diri melebihi kemampuan. Tak usah berpikir terlalu keras atas hal yang di luar jangkauan. Tapi bukan berarti abai akan cita-cita besar.

Wahai diri, mari perbanyak dan perdalam ilmu. Keberkahan ilmu, memperluas kebermanfaatan diri. Setiap hal akan menjadi ringan dan menyenangkan ketika paham ilmunya. Artinya diri mampu memperluas zona nyaman untuk berkembang. Begitu diri memaknai. Hanya buah dari kontemplasi. Sebagai pengingat diri untuk istiqomah berjuang dan menuntut ilmu.

Eni Astuti, Sukoharjo, 16 November 2021

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *