Oleh: Muhammad Iqbal (Guru SMP IT Al Kahfi)
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa Inggris (Wikipedia). Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patriotisme adalah sikap seseorang yang bersedian mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya. Jadi secara sederhana, kita dapat mengatakan bahwa patriotisme adalah perasaan cinta terhadap tanah air sehingga rela dan berani berkorban demi kepentingan bangsa dan negara (Sitoresmi, 2021).
Secara umum, patriotisme bertujuan untuk menjaga persatuan dan keutuhan negara dari ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar, menghapus ekstrimisme (tuntutan yang berlebihan) dari hak dan kewajiban warga negara, baik individu maupuj kelompok, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa di dalam diri setiap warga negara sehingga negara dapat menghadapi berbagai ancaman (Sitoresmi, 2021).
Namun di era sekarang ini jiwa patriotisme di kalangan siswa semakin memudar. Mereka lebih mengutamakan kesenangan untuk dirinya sendiri dan lebih sering bermain-main dalam kelompoknya. Bahkan mereka kecanduan dengan berbagai game online yang merupakan salah satu dampak buruk belajar online yang saat ini diterapkan. Fitratuddin menyatakan bahwa Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan jiwa patriotisme pada kalangan generasi penerus bangsa Indonesia saat ini, diantaranya pengaruh globalisasi dan informasi, serta kurangnya pendidikan fisik terutama di bidang kesejarahan. Oleh karenanya strategi penumbuhan jiwa patriotisme di kalangan siswa sangat penting untuk dilakukan.
Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa patriotisme di kalangan siswa diantaranya adalah: Pertama, memberikan pemahaman sejarah bangsa secara mendalam. Dengan memahami sejarah bangsa, siswa akan memahami tujuan bangsa yang telah dirumuskan oleh para tokoh-tokoh pendahulu, sehingga proses pewarisan semangat terjadi.
Kedua, membekali siswa dengan ilmu tentang dasar negara secara mendalam. Hal ini bisa dilakukan ketika mengajarkan mata pelajaran PKN. Namun hendaknya tidak hanya saat pembelajaran saja. Sesekali siswa bisa diajak berdiskusi di luar kelas, bahkan bisa juga diintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya, sehingga proses penyampaian materi tentang dasar negara dapat dilakukan secara Massive. dan Ketiga, memberikan penekanan kepada siswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar agar dapat berkontribusi maksimal bagi bangsa.
Agar berhasil langkah langkah tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan tiga elemen penting yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Sehingga jiwa patriotisme siswa dapat tumbuh maksimal
Jiwa patriotisme di kalangan siswa sangat penting untuk ditumbuhkan. Berbagai strategi dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Agar berhasil menerapkan beberapa strategi tersebut dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Mari bersama tumbuhkan jiwa patriotisme siswa.
