Dalam setiap kondisi yang kita alami, kerapkali tidak sesuai dengan harapan dan keinginan hati. Banyak kejadian tak terduga bahkan diluar perkiraan yang membuat ubun-ubun semakin berasap karena marah, menangis kecewa dan tak terima. Kita sering mengutuk keadaan, menyalahkan takdir lalu mencaci maki hingga amarah kita terpuaskan. Begitulah ketika manusia dibawah kendali penuh hawa nafsu, tak peduli siapa yang hatinya tersakiti akibat ulah perbuatan dan kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan hingga menyesakkan dada.
Sayangnya ketika semua amarah sudah terucap dan terlampiaskan, tak ada lagi yang bisa menarik ulang waktu dan memperbaiki keadaan. Hanya berakhir dengan tangisan penyesalan.
Perilaku orang lain, kejadian di luar ekspektasi, semua keadaan yang tidak bisa kita kontrol bisa kita sebut kondisi eksternal, dimana kita tidak memiliki kuasa untuk mengatur menentukan jalan ceritanya. Kabar baiknya adalah kita bisa mengatur dan mengontrol diri kita, karena kendali penuh ada pada keputusan-keputusan yang kita buat.
Manusia dengan kesempurnaan penciptaan-Nya sudah dibekali dengan suatu hal paling canggih tiada tara, yaitu akal. Ketika terjadi kondisi yang membuat kita naik pitam dan kesal, kita bisa memilih untuk marah tentu saja, tapi ingat disana kita memiliki pilihan untuk tetap tenang, menanggapinya dengan baik dan elegan. Karena kita manusia, dibekali akal dan pikiran untuk bisa memilih mana hal benar yang harus dilakukan. Kendali penuh ada pada diri kita masing-masing, mau memperkeruh keadaan atau menyelesaikan masalah dengan bijaksana.
Yugana Firda Syu’ari 02/09/21
