Hidayah

Setiap anak adam sudah memiliki takdirnya masing-masing. Ia tak bisa memilih akan terlahir dari orang tua yang kaya atau miskin, berkulit putih atau gelap, beriman atau kafir. Akan tetapi setiap bayi yang lahir itu dalam keadaan fitrahnya, orang tuanyalah yang menjadikan ia seorang yahudi, nasrani dan majusi. Namun, ia punya pilihan terhadap hidupnya. Jika Allah menghendaki dan ia berusaha menjemput hidayah maka ia akan mendapatkannya. Jika ia diam tanpa ada usaha sedangkan petunjuk Allah itu ada, Maka ia akan terus tersesat hingga akhir hidupnya. Allah SWT., berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ…

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11).

Hidayah adalah milik Allah SWT., namun bukan berarti kita santai-satai tanpa ada ikhtiar. Jika sudah Allah berikan hidayah maka tugas kita adalah istiqomah. Karena awal tidak menentukan akhirnya. Ada yang diberi hidayah namun tak bisa menjaganya. Akhirnya ia kembali lagi ke dalam kejahiliahan. Ada yang terlihat seakan-akan orang yang palik buruk namun ia mendaptakan hidayah diakhir hayatnya.

Ketika sudah mendapatkan hidayah. Jangan melihat mereka yang berbeda dengan pandangan rendah dan hina. Apalagi sampai mengeluarkan kata-kata yang tak selayaknya untuk saudara kita. Karena kita tak berhak menilai manusia. Kita tidak diciptakan untuk menjadi teman syaiton dalam menyesatkan manusia. Do’akan saja setiap mereka yang kau temui supaya Allah pun memberikan hidayah kepadanya. Ambil ibroh dari setiap orang yang engkau temui. Sehingga engkau akan semakin bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberimu hidayah.

Krui, 30 Agustus 2021
Mega muslimah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *