Beralih dari Membaca Sosmed ke Membaca Buku

Hingga hari ini tingkat literasi Indonesia belum beranjak dari jajaran terbawah dunia. Entah pertanda apa untuk negeri yang besar ini. Rasa-rasanya Indonesia tak akan pernah mendekati keidealannya atau keemasannya. Apalagi kita sering memandang Indonesia emas 2045 hanya dengan sudut pandang ekonomi. Tapi perlulah kita berfikir positif husnudzan pastilah akan ada masanya Indonesia emas.

Nah, ngomong-ngomong soal membaca. Saya rasa kita perlu membiasakan diri membaca minimal 10 menit setiap hari. Ya, membaca buku maksud saya. Mungkin 10 menit ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan kegemaran kita memegang gadget kita yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scrolling sosmed. Atau tidak seberat anjuran Yusuf Maulana untuk membaca 100 halaman per hari.

Sebenarnya aktivitas membaca ini tidak seberat yang sering dibayangkan masyarakat Indonesia. Bahwa membaca itu ya hanya untuk kalangan tertentu atau lebih cocok untuk kalangan akademisi. Apa benar seperti itu? Padahal kita tiap hari membaca hal-hal random di sosmed kita. Kita tidak mungkin bisa menikmati sosmed tanpa membaca. Meskipun beberapa konten mungkin tidak menggunakan caption. Tapi kebanyakan, atau mungkin lebih dari 50% unggahan di sosmed mengandung caption atau kata-kata yang tentu itu akan dibaca oleh yang melihatnya.

Jadi, intinya kalo kita ingin membiasakan diri dengan membaca buku setiap hari bukanlah hal yang sulit. Kita hanya perlu membiasakan diri dari aktivitas membaca random di sosmed menjadi membaca sistematis di buku. Kita bisa mulai dari buku-buku yang ringan. Dan ya minimal kita luangkan 5-10 menit setiap hari.

Meskipun tulisan ini tidak akan mempengaruhi minat baca masyarakat kita. Tapi, setidaknya marilah kita wujudkan Indonesia emas 2045 dimulai dari membiasakan membaca. []

Akh. Suhrowardi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *