Kilas balik kejadian tak terlupakan untuk Gaza. Sekitar 2012 tahun lalu terjadi agresi militer di Gaza. Yakni bagian tepi barat Palestina. Misi ini dilakukan Israel dengan dalih bahwa Israel ingin membunuh salah satu pejuang Palestina yang tergabung dalam militer Hamas . Akan tetapi hal tersebut tidak masuk akal, sebab untuk membunuh satu orang saja mereka harus meluluhlantahkan gaza, ratusan jiwa terenggut, ribuan lainnya harus terluka, bahkan menghancurkan fasilitas yang ada dari mesjid hingga sekolah, dan lain sebagainya. Ini sangat menyakitan khususnya kita sebagai umat muslim seluruh dunia melihat saudara sesama muslim kita harus menderita.
Lalu apa motif Israel sebenarnya? Menurut pemaparan Mohammed Al-Ashi seorang warga palestina pada saat acara Smarttalk beberapa waktu yang lalu. Ia menyebutkan sebetulnya kejadian agresi tersebut adalah bukti balas dendam tentara militer isreael kepada Ahmed Al-Jabari senior pemimpin kedua dari militer hamas yang membebaskan 1400 penduduk palestina dari tahanan militer Israel. Karena demi membebaskan 1400 tahanan, Pertahanan Palestina harus mengamankan satu tentara Israel yang bernama Gilad Shalit untuk disimpan dan disembunyikan pada suatu tempat yang sulit dijangkau oleh tentara Israel. Hingga, terjadi negosiasi yang tidak langsung yakni pertukaran antara penduduk palestina yang ditahan dengan Galid Shalit ini. Dan keberadaan Galid Shalid ini cukup membuat dilematis tentara militer Israel kala itu.
Nah, karena adanya perjanjian itu disebut sebagai a high value military dan Israel pun berencana akan membunuh Ahmed Al-Jabari. Maka, terjadilah pengebom tersebut, berhasil meluluhlantahkan gaza, kepulan asap tebal pun terlihat hingga mesir. Karena memang secara geografis Gaza dekat dengan Mesir meskipun Gaza terblokade di semua bagian darat dan lautnya. Sehingga satu-satunya cara Israel membunuh semua warga Palestina yakni dengan menyerangan sisi udara Gaza. Selama agresi terjadi terdapat 180 penduduk Palestina yang terbunuh, 42 diantaranya adalah anak2, 11 lainya wanita dan 1300 mengalami luka-luka. Dari 8 hari agresi yang dilakukan Israel berhasil menghancurkan berbagai fasilitas sebanyak 200 rumah hancur termasuk 1500 diantaranya ½ hancur, hingga ribuan masjid, termasuk fasilitas umum seperti sekolah, universitas atau institusi semuanya rusak. Dan kuburan pun tak luput dari target pengeboman. Ironis memang ya, orang sudah meninggal pun, masih harus didzolimi. Astagfirullah…
Bahkan tenaga medis yang bertugas pun tak luput menjadi sasaran serangan.Padahal berdasarkan Article 36 of the Geneva Convention menyebutkan bahwa personal medis harus dilindungi dan dihormati. Entah itu sedang berdinas ataupun tidak. Israel tidak boleh menangkap mereka. Tapi, nyatanya militer Israel dengan sengaja membunuh para tenaga medis yang sedang bertugas. Israel tak peduli akan hal tersebut, bahkan perjanjian internasional lainnya pun mereka langgar.
Agresi tahun 2012 itu bukan sekalinya terjadi, ada 5 kejadian yang sama ditahun yang lain. Kilas balik kejadian itu terjadi saat Netanyahu memimpin sebagai perdana mentri Israel. Dan tanggal 2/11/22 Netanyahu kembali unggul dalam maraup suara dalam pemilu Israel. Bukan tidak mungkin Rasialisme dan Ekstremisme akan meningkat kepada Palestina.Menurut kutipan Smart171 menyebutkan tahun 2022 pun adalah tahun paling mematikan untuk anak-anak Palestina . Sebab dalam kurun 16 tahun. Tercatat 231 warga Palestina dibunuh oleh regim isarel dalam kurun 365 hari. Berarti, hampir 5 orang dibunuh per minggu nya. Ungkap aktivis kemanusiaan Palestina di Inggris. Sarah Walkinson, dalam cuitanya.
Sebegitu murahnya nyawa warga Palestina, hingga hak hidup mereka tak kunjung didapatkan. Semuanya harus gugur dalam penindasan yang tak pernah usai. Melihat kejadian ini apa yang terbesit dalam benak kalian? Peran apakah yang kalian ambil? menjadi penonton saja kah? Atau kah berkontribusi, mengambil peran meskipun sedikit? Contohnya saja seperti halnya semut-semut Nabi Ibrahim. Yang menjadi pertanyaan saat ini, apakah kita bisa membersamai perjuangan saudara-saudara kita di Palestina? Jangan menunda hal baik, sebab ada sebagian saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Lakukanlah sesuatu! Sebab tidak ada kebaikan yang sia-sia.
“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.” (QS.Al-Baqarah:197).
Hani Rismayanti
