Dalam buku Atomic Habits karya James Clear, diceritakan banyak kisah keberhasilan atas konsistensinya melaksanakan hal-hal kecil setiap hari. Dahsyatnya pencapaian yang ada dalam kehidupan didapatkan dari melakukan berbagai hal yang dianggap remeh temeh bagi sebagian orang, seperti membiasakan bangun pagi daripada begadang bermain gim misalnya. Membaca buku itu awalnya agak membuat heran, mengapa di bagian pengantar diceritakan kisah tentang kecelakaan parah yang dialaminya, lalu apa hubungannya dengan habits? Pertanyaan itu terjawab di beberapa lembar kemudian saat dia berhasil bangkit dari tragedi dalam hidupnya dan membuat namanya tercatat sebagai salah satu lulusan prestatif di kampusnya. Jika kalian sudah membacanya pasti sudah bisa membayangkan bagaimana perjuangannya untuk mencapai titik itu.
Dari puluhan cerita yang ia tuliskan dalam bukunya ada satu hal yang menjadi poin utama pembahasannya yaitu, diri sendiri. Perubahan-perubahan dan tips trik yang diberikan banyak orang untuk menuju keberhasilan tidak akan berguna ketika diri sendiri tak mau mengawalinya. Ingin menjadi sosok seperti ini atau seperti itu bisa saja asalkan ada kesadaran dalam diri serta azzam yang kuat untuk melakukannya. James Clear menyebutkan, untuk menumbuhkan kebiasaan minimal harus dilakukan 30 hari berturut-turut tanpa jeda, memang sangat teknis pembahasan dalam buku ini tapi sangat berguna untuk menampar kembali agar sadar akan realita.
Jauh sebelum saya menemukan buku ini, ada buku berjudul How to Master Your Habits karya ustad Felix Siauw yang pernah saya baca ketika masa sekolah. Dilihat dari judulnya saja sudah mirip, karena pembahasannya sama tentang menciptakan kebiasaan. Meskipun sejujurnya saya sudah lupa dengan bahasan buku itu secara spesifik dikarenakan buku itu sudah hilang dipinjam entah siapa, sedih sekali meminjamkan harta berharga dan tidak kembali. Kembali ke bahasan kebiasaan, jika dilihat dalam sudut pandang seorang muslim, tentu saja membiasakan kebiasaan baik tidak hanya untuk menjadi orang yang sukses di dunia, akhirat tak pernah lepas dari pandangan seorang muslim, membiasakan kebiasaan baik tentu saja agar bisa mendapat ridho-Nya.
Perjalanan untuk menjadi konsisten tidaklah mudah, iman saja sangat fluktuatif, apalagi mood seorang manusia pemalas yang hobinya rebahan nonton anime sepanjang hari. Konsisten untuk istiqomah sangat berat, makanya dijanjikan surga, kalau Cuma dapat kulkas itu undian jalan sehat namanya. Meminjam istilah dari film srimulat, untuk selalu konsisten dalam keistiqomahan adalah “hil yang mustahal”. Tapi tenang saja bestie, kita sudah punya panutan paling sempurna di galaksi bimasakti, yaitu Rasulullah yang membawa risalah islam, rahmatan lil ‘alamin.
Yugana F.S. 6/12/21
