Lima Detik Pada Sebuah Jawaban

Dalam sebuah pertanyaan yang diajukan, orang akan diberi waktu yang relatif singkat untuk berpikir dan mengutarakan, mencari kata, berpikir apa yang ada dalam pikirannya tentang sebuah jawaban.

Saat aku mendapat sebuah pertanyaan haruslah aku bergegas untuk merespon dan menjawab. Tentulah sebab aku tidak ingin yang bertanya menunggu lama dan berpikir jika aku ini lamban. Persoalan pertanyaan pasti lah beragam, mulai dari pasangan, pekerjaan, impian, planning kehidupan dan seterusnya. Lalu coba pikirkan tentang jawabannya. Pastilah terkadang menjawab dengan banyak hal jika ditanya impian atau privasi jika pekerjaan.

Begitu singkatnya hingga waktu lima detik itu tak cukup, sebab akan ada kata imbuhan ” em..” di depan. Sembari berpikir apa yang akan diungkapkan sebagai jawaban. Aku belajar dari siklus hidup ‘mayfly‘ yang hanya hidup dalam dua puluh empat jam. Hidup kemudian mati dalam sehari.


Terkadang jangan salah kan pada apa yang ditanyakan atau jangan salahkan pada sebuah jawabanmu yang kurang tepat. Bahkan jangan salahkan waktu yang di berikan kepadamu untuk menjawab. Namun bijaksanalah mana yang prioritas untuk dijawab dan mana yang bisa ditahan dengan kalimat yang sopan.

Tuhan memberikan akal untuk kita menalar dan berpikir, termasuk diberikan waktu untuk menghargainya.
Sebab semua pilihan selalu ada pada diri sendiri. []

Wahyu Sari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *