Sebagai seorang penikmat ilmu pengetahuan dan dihadapkan dengan sistem pendidikan yang ada menyebabkan kita -saya secara khususnya- tidak dapat mempelajari yang seharusnya dipelajari sebagai seorang muslim sejak lahir. Bagi beberapa ustadz menyebutkan dua jenis ilmu, yaitu ilmu wajib ‘ain dan ilmu wajib kifayah. Ilmu wajib ‘ain jelas maknanya, ilmu yang seharusnya kita pelajari sebagai seorang muslim atau bisa disebut ilmu-ilmu dasar dalam membangun pondasi kehidupan dunia. Untuk tujuan praktis, ustadz Anton menyebutkan 3 ilmu wajib ‘ain untuk kita yang sudah terhitung tidak muda lagi. Yang pertama adalah ilmu aqidah, tidak perlu keseluruhan karena sangat banyak, cukup pokok ilmunya saja yang perlu kita pelajari. Kemudian yang kedua adalah terkait ilmu ibadah kepada Allah dan muamalah terhadap sesama makhluk. Dan yang ketiga adalah ilmu untuk menata diri atau bisa kita sebut sebagai akhlak. Agar pola pikir yang terbentuk teratur dan kuat pondasinya, kita perlu mempelajari itu semua sebagai tsaqofah Islamiyah wajib seorang muslim.
Ada satu referensi lagi dari ustadz Deden, semasa di asrama beliau juga menyebutkan tentang tahapan menuntut ilmu yang tepat. Belajar dari dasar, beliau menyebutkan beberapa ilmu yang sebaiknya kita pelajari. Dimulai dari belajar Bahasa, terutama Bahasa arab karena ini adalah Bahasa al Quran dan Bahasa umat islam, bagaimana bisa kita memahami seluruh ajarannya tanpa mengetahui Bahasa yang dipakai, ustadz Anton menyebut Bahasa arab sebagai Bahasa ilmu, ya karena kita tau sendiri selain al Quran, kitab referensi atau buku-buku babon banyak yang berbahasa arab. Jadi salah satu jalan untuk mencapai pemahaman itu adalah dengan memahami alat yang dipakai, yaitu Bahasa. Kemudian setelah belajar Bahasa, tentu al Quran wajib kita pelajari, mulai dari tahsin hingga pemaknaannya, namun jika dilihat kondisi kita sekarang sepertinya minimal yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki bacaan, mencari guru untuk membenarkan kesalahan-kesalahan. Setelah itu ustadz Deden menyebutkan tentang sejarah atau sirah nabawiyah, suri tauladan yang sudah di utus sebagai role model hidup, darimana lagi kita bisa mengetahuinya jika kita tidak membaca sejarah. Kemudian sama seperti yang ustadz Anton sebutkan, aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Minimal kita mempelajarinya dan mengetahui ilmu yang benar agar perjalanan kita di dunia ini tidak hanya hidup saja, namun juga mencari berkahnya.
Bersambung.
Yugana Firda Syu’ari 25/8/21
