Wisuda menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh para wisudawan setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan dan menyelesaikan tugas akhir dengan segala pergulatannya. Momen ini sepatutnya dirayakan bersama orang-orang tersayang yang turut menyertai dalam perjuangan. Namun, bagaimana jika seseorang yang sangat diinginkan hadir dalam momen tersebut justru lebih dulu berpulang ke pangkuan-Nya? Bertahun-tahun lamanya terpisah ribuan mil dari keluarga tercinta demi menuntut ilmu di negeri nun jauh di sana. Akan tetapi, di penghujung tahun masa pendidikan justru harus menghadapi kenyataan yang begitu nyata getirnya.
Apa yang harus dilakukan ketika pertama kali mendapat peran—sekaligus menjadi aktor utama—dalam menghadapi sebuah skenario kehilangan? Sedih, kecewa, marah, atau bahkan memaki takdir?
Lantas, bagaimana cara melanjutkan hidup yang tak akan pernah lagi sama setelah kepergian orang yang kita kasihi?





Ulasan
Belum ada ulasan.