Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendapat informasi dari berbagai sumber. Tapi yang disayangkan tidak semua sumber informasi terpercaya. Sekalipun terpercaya toh kita juga berpotensi bisa salah tangkap.
Beberapa orang mungkin akan mengambil kesimpulan dari sebuah informasi tersebut dengan benar, tapi sebagian yang lain juga berpotensi salah. Lantas bagaimana kita menarik kesimpulan dengan baik? Jawabannya adalah dengan mempelajari kaidah-kaidah berpikir yang tepat.
Seperti yang di katakan H. M. Joesoef Sou’yb dalam kata pengantar bukunya Logika cetakan 1983, “anda berpikir pada setiap saat. Tetapi anda mungkin tidak menyadari bentuk-bentuk susunan pikiran yang anda pergunakan di dalam proses pemikiran itu.” jadi untuk membekali diri dalam proses berfikir atau mengolah informasi, sangat penting untuk mempelajari ilmu logika ini.
Beberapa orang mungkin akan mengira ilmu ini sangat tradisional dan sudah tidak relevan lagi dengan zaman sekarang. Lantas benarkah begitu? Saya kira itu adalah asumsi yang tak mendasar.
Dalam kaitannya gelaran politik 2024 misalnya. Kita sudah melihat berbagai informasi saling bersahutan antar paslon dan sering sekali banyak informasi yang dipertanyakan kebenarannya atau mengandung hoaks. Belum lagi “saling serang” kelemahan lawan. Dengan begitu riskannya informasi yang berdatangan kepada masyarakat, sudah sewajarnya bila kita harus meningkatkan rasionalitas. Maka, bagaimana meningkatkan rasionalitas itu. Salah satunya adalah mempelajari ilmu logika.
Dengan meningkatkan rasionalitas masyarakat sebenarnya secara tidak langsung menyelamatkan bangsa kita dari kemunduran di masa yang akan datang. Karena dengan meningkatkan rasionalitas kita akan secara alami dapat menyeleksi calon-calon pemimpin dengan melihat gagasannya, lalu mengujinya. Lebih dari itu kita mungkin juga akan meningkatkan kapasitas intelektual bangsa.
Meskipun begitu. Kita perlu upaya untuk mempelajarinya. Karena memang dalam memahaminya butuh usaha yang cukup ekstra dan membosankan. Senada dengan yang di katakan Prof. Dr. Will Durant di dalam karyanya The Story of Philosophy, “Nothing is so dull as Logic, but nothing is so important“, yakni, “Tidak ada yang demikian membosankan seperti Logika, tapi tidak ada yang demikian pentingnya”.
Sejatinya dalam setiap kesempatan kita terus berpikir. Dari mendapat informasi, menyimpannya, lalu memproses informasi itu menjadi informasi baru. Yang mengkhawatirkan bila kita mendapatkan informasi yang berisi kebenaran, tetapi karena tidak memahami ilmu ini (logika) membuat kita menarik kesimpulan yang palsu atau salah.
Loh, padahal informasinya benar. Tapi pengambilan kesimpulannya salah. Emang, gak bahaya tah? []
Akhmad Suhrowardi.
