Hujan dan Keberkahannya

Hujan adalah suatu peristiwa alam yang terjadi melalui tiga proses, yaitu evaporasi, kondensasi dan presipitasi. Hujan adalah bagian utama dari siklus air dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. Curah hujan tahunan rata-rata secara global adalah 990 mm (39 in). Sistem klasifikasi iklim seperti sistem klasifikasi iklim Köppen yang menggunakan curah hujan tahunan rata-rata untuk membantu membedakan antara zona iklim. Antartika adalah benua terkering di bumi. Di daerah lain, curah hujan juga menurun dengan kandungan metana, besi, neon dan asam sulfat.

Hujan memberikan dampak bagi kehidupan, baik itu positif maupun negatif. Dampak positif yang ditimbulkan oleh hujan beberapa diantaranya adalah; menyuburkan tanah, air berlimpah, cuaca menjadi sejuk dan sebagainya. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya adalah: potensi banjir, longsor, mengganggu mata pencaharian nelayan karena gelombang air tinggi dan sebagainya.

Dalam Islam, Hujan memiliki beberapa makna, salah satunya adalah memaknai hujan sebagai keberkahan. Sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Quran,

وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ

“(Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkatan) berkah dan manfaatnya (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon) maksudnya kebun-kebun (dan biji-biji tanaman) yakni ladang-ladang (yang diketam) yang dipanen.” (QS. Qaf [50]: Ayat 9)

Hujan adalah berkah yang diturunkan oleh Allah dan dengannya ditumbuhkan pohon-pohon dan biji-bijian. Dalam ayat lain disebutkan juga bahwasannya “…dan diturunkannya dari langit air hujan lalu dikeluarkannya daripadanya buah-buahan sebagai rezeki bagimu”… (QS. Al-Baqarah [2]: 22)

Hujan merupakan rahmat sehingga dalam hadits dikatakan bahwa salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah ketika hujan turun. Imam Syafii telah meriwayatkan dalam kitab al-Umm dengan sanad yang mursal, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Carilah doa yang dikabulkan, yaitu ketika bertemunya dua pasukan, waktu ikamah, serta ketika turunnya hujan. Imam an-Nawawi juga mengatakan doa pada saat hujan tidak ditolak atau jarang ditolak karena pada saat itu tengah turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

Dalam Al-quran Surah Asy-Syura ayat 28, Allah berfirman:

وَهُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ مِنۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُواْ وَيَنشُرُ رَحۡمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلۡوَلِيُّ ٱلۡحَمِيدُ

“(Dan Dialah Yang menurunkan hujan) yakni air hujan (sesudah mereka berputus asa) putus harapan dari turunnya hujan (dan menyebarkan rahmat-Nya) maksudnya, menyebarkan hujan yang diturunkan-Nya. (Dan Dialah Yang Maha Pelindung) yang berbuat baik kepada orang-orang Mukmin (lagi Maha Terpuji) di kalangan orang-orang beriman.” (Terjemahan Tafsir Jalalain).

Masih Banyak ayat dalam Alqur’an dan hadits Rasulullah menerangkan tentang hujan. Pada intinya, dari peristiwa ini kita dapat mengambil pelajaran bahwasannya hujan merupakan salah satu kejadian alam yang terjadi sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT yang dengannya Allah turunkan rahmat dan keberkahan serta sebagai peringatan kepada ummat manusia dan sebagainya.

 

Fikri Lahay

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *